Jumat, 14 Maret 2014

Tugas meresume artikel yang ada pada blog "rupasenirupa.blogspot.com"



Senirupawati Bali

        Berdasarkan artikel yang saya baca pada blog rupasenirupa.blogspot.com, dengan judul “Senirupawati Bali”, yang bisa saya cermati dan pahami dari artikel tersebut yaitu.
          Menurut para ahli perempuan, ruang gerak untuk kaum perempuan tersebut dibagi menjadi dua lokasi yaitu, ruang publik dan ruang domestik. Dikatakan ruang publik karena kaum perempuan dapat menyediakan aneka bentuk persi tindakan dengan orang banyak atau bisa disebut sebagai ruang prestise, ruang kehormatan atau ruang pamer. Seperti contoh kaum perempuan yang mengusung kegiatan di bidang seni lukis di tengah para pelukis “penguasa” di ruang publik. Kaum perempuan berani menampilkan karya mereka dengan hasil yang berbeda sehingga membuat para penikmat seni rupa merasa terpukau. Dikatakan ruang domestik karena kaum perempuan hanya bekerja cukup di ruang yang “sumpek” saja di bilangan domestik, misalnya tugas seorang kaum perempuan atau Ibu di rumah hanya memasak dan membersihkan rumah, sedangkan kaum laki-laki atau ayah adalah bertugas sebagai pemanfaat hasil kerja perempuan. Namun di dunia publik seperti hotel, kaum laki-lakilah yang menjadi juru masak. Namun tetap saja peran untuk kaum perempuan seperti lebih banyak. Misalnya perempuan di Bali yang sebagian besar terlibat dalam kegiatan kesenirupaan. Kegiatan tersebut contohnya terjadi di Desa Beratan yaitu dalam menggarap perak. Kaum perempuan mengolah perak menjadi banyak bentuk seperti cincin, gelang, kalung dan anting-anting. Hal ini mereka lakukan karena memiliki rasa tanggung jawab terhadap keluarga. Walaupun kegiatan pengolahan perak ini semakin sedikit peminatnya, namun karena kerja keras dari kaum  perempuan, beberapa art shop yang terdapat di Desa Beratan sampai saat ini masih tetap hidup. Dalam hal ini kaum perempuan dapat dikatakan sebagai senirupawati, karena banyak melakukan pengubahan terhadap karya-karya seni rupa
          Selain kegiatan di atas ditinjau berdasarkan jender dan jender, di Bali juga memang ada suatu kegiatan yang dapat dikatakan milik dari kaum perempuan. Misalnya menenun, membordir, menganyam, mejejaitan, mebanten, membuat pajegan. Keterlibatan para perempuan sangat banyak memberi arti kepada hasil kegiatan seni rupa di Bali. Perempuan yang selalu dianggap memiliki kelebihan dalam ketelatenan, kehalusan rasa, dan keapikan, kemudian ditempatkan sebagai penggarap bagian finishing benda-benda seni rupa. Kaum laki-laki beranggapan bahwa kaum perempuan merupakan mitra yang sangat menguntungkan dalam ekonomi keluarga. Kaum perempuan memiliki ciri-ciri yaitu telaten, sabar, halus dan tekun. Namun banyak kaum perempuan yang masih belum berani untuk tampil di ruang publik karena mereka takut bersaing dengan kaum laki-laki, padahal banyak di sekitar kaum perempuan yang telah menuai keberhasilan.
          Berdasarkan pemaparan saya di atas, menurut pendapat saya memang benar kaum perempuan tersebut masih banyak yang belum berani untuk tampil di ruang publik, kebanyakan dari mereka hanya bergelut di ruang domestic saja. Padahal banyak di antara kaum perempuan yang telah banyak menuai keberhasilan, seharusnya hal tersebut dijadikan contoh atau cerminan untuk berani tampil di ruang publik. Alasan banyak kaum perempuan yang belum berani tampil di ruang publik karena mereka takut untuk bersaing dengan kaum laki-laki. Seharusnya mereka tidak memiliki pemikiran seperti itu, akan lebih baik jika di ruang publik tersebut antara kaum perempuan dan kaum laki-laki di Bali saling seimbang sama-sama melakukan kegiatan seni yang bermanfaat. Kekayaan Bali adalah kesenian, kemudian di lingkungan Bali juga banyak terdapat tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestic maupun mancanegara, sehingga kaum perempuan dapat memanfaatkan hal ini untuk mengembangkan kegiatan olah seni rupa. Oleh karena itu kaum perempuan harus bangkit untuk menciptakan karya-karya seni rupa yang baru sehingga ke depannya posisi atau keberadaan untuk kaum perempuan sebagai pelaku seni rupa di Bali bisa diperhitungkan.  



1 komentar:

Anonim mengatakan...

Vipkul Ganapati - YouTube
Listen to Vipkul Ganapati by Vipkul on Vimeo. See youtube mp4 more videos about Vipkul Ganapati.

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates