Senirupawati
Bali
Berdasarkan artikel yang saya baca pada
blog rupasenirupa.blogspot.com, dengan judul “Senirupawati Bali”, yang bisa
saya cermati dan pahami dari artikel tersebut yaitu.
Menurut para ahli perempuan, ruang
gerak untuk kaum perempuan tersebut dibagi menjadi dua lokasi yaitu, ruang publik
dan ruang domestik. Dikatakan ruang publik karena kaum perempuan dapat
menyediakan aneka bentuk persi tindakan dengan orang banyak atau bisa disebut
sebagai ruang prestise, ruang kehormatan atau ruang pamer. Seperti contoh kaum
perempuan yang mengusung kegiatan di bidang seni lukis di tengah para pelukis “penguasa”
di ruang publik. Kaum perempuan berani menampilkan karya mereka dengan hasil
yang berbeda sehingga membuat para penikmat seni rupa merasa terpukau. Dikatakan
ruang domestik karena kaum perempuan hanya bekerja cukup di ruang yang “sumpek”
saja di bilangan domestik, misalnya tugas seorang kaum perempuan atau Ibu di
rumah hanya memasak dan membersihkan rumah, sedangkan kaum laki-laki atau ayah
adalah bertugas sebagai pemanfaat hasil kerja perempuan. Namun di dunia publik seperti
hotel, kaum laki-lakilah yang menjadi juru masak. Namun tetap saja peran untuk
kaum perempuan seperti lebih banyak. Misalnya perempuan di Bali yang sebagian
besar terlibat dalam kegiatan kesenirupaan. Kegiatan tersebut contohnya terjadi
di Desa Beratan yaitu dalam menggarap perak. Kaum perempuan mengolah perak
menjadi banyak bentuk seperti cincin, gelang, kalung dan anting-anting. Hal ini
mereka lakukan karena memiliki rasa tanggung jawab terhadap keluarga. Walaupun
kegiatan pengolahan perak ini semakin sedikit peminatnya, namun karena kerja
keras dari kaum perempuan, beberapa art
shop yang terdapat di Desa Beratan sampai saat ini masih tetap hidup. Dalam hal
ini kaum perempuan dapat dikatakan sebagai senirupawati, karena banyak
melakukan pengubahan terhadap karya-karya seni rupa
Selain kegiatan di atas ditinjau
berdasarkan jender dan jender, di Bali juga memang ada suatu kegiatan yang
dapat dikatakan milik dari kaum perempuan. Misalnya menenun, membordir,
menganyam, mejejaitan, mebanten, membuat pajegan. Keterlibatan para perempuan
sangat banyak memberi arti kepada hasil kegiatan seni rupa di Bali. Perempuan
yang selalu dianggap memiliki kelebihan dalam ketelatenan, kehalusan rasa, dan
keapikan, kemudian ditempatkan sebagai penggarap bagian finishing benda-benda
seni rupa. Kaum laki-laki beranggapan bahwa kaum perempuan merupakan mitra yang
sangat menguntungkan dalam ekonomi keluarga. Kaum perempuan memiliki ciri-ciri
yaitu telaten, sabar, halus dan tekun. Namun banyak kaum perempuan yang masih
belum berani untuk tampil di ruang publik karena mereka takut bersaing dengan
kaum laki-laki, padahal banyak di sekitar kaum perempuan yang telah menuai
keberhasilan.
Berdasarkan pemaparan saya di atas,
menurut pendapat saya memang benar kaum perempuan tersebut masih banyak yang
belum berani untuk tampil di ruang publik, kebanyakan dari mereka hanya
bergelut di ruang domestic saja. Padahal banyak di antara kaum perempuan yang
telah banyak menuai keberhasilan, seharusnya hal tersebut dijadikan contoh atau
cerminan untuk berani tampil di ruang publik. Alasan banyak kaum perempuan yang
belum berani tampil di ruang publik karena mereka takut untuk bersaing dengan
kaum laki-laki. Seharusnya mereka tidak memiliki pemikiran seperti itu, akan
lebih baik jika di ruang publik tersebut antara kaum perempuan dan kaum
laki-laki di Bali saling seimbang sama-sama melakukan kegiatan seni yang
bermanfaat. Kekayaan Bali adalah kesenian, kemudian di lingkungan Bali juga
banyak terdapat tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestic maupun
mancanegara, sehingga kaum perempuan dapat memanfaatkan hal ini untuk
mengembangkan kegiatan olah seni rupa. Oleh karena itu kaum perempuan harus
bangkit untuk menciptakan karya-karya seni rupa yang baru sehingga ke depannya posisi
atau keberadaan untuk kaum perempuan sebagai pelaku seni rupa di Bali bisa
diperhitungkan.





1 komentar:
Vipkul Ganapati - YouTube
Listen to Vipkul Ganapati by Vipkul on Vimeo. See youtube mp4 more videos about Vipkul Ganapati.
Posting Komentar