Kamis, 13 Maret 2014

Pertemuan keempat mata kuliah Kerajinan Tangan dan Seni Rupa



Teknik Batik Sederhana dalam Pembelajaran Tematik
di Sekolah Dasar

            Kurikulum merupakan panduan yang digunakan oleh setiap Guru yang hendak memberikan suatu materi pelajaran. Dalam proses pembelajaran Guru akan dapat memberikan atau menyampaikan materi pelajaran dengan baik apabila merancang kegiatan pembelajaran dengan berpedoman kepada kurikulum tersebut. Seperti halnya kurikulum yang sedang digunakan pada saat ini yaitu kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini lebih mengkhususkan kepada pembelajaran Tematik yang diberikan di Sekolah Dasar. Pembelajaran tematik merupakan suatu pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.
Siswa di kelas rendah yaitu kelas I, II dan III, pembelajaran tematik ini terdapat dua model pembelajaran yaitu ada yang dipadukan dengan materi-materi yang ada pada bidang study tertentu atau dapat dikatakan intra bidang study dan ada yang dipadukan dengan beberapa mata pelajaran yang ada di Sekolah Dasar atau antar bidang study. Untuk intra bidang study, misalnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonedia di kelas rendah, materi seperti menyimak, menulis dan berbicara dapat dipadukan. Kemudian untuk intra bidang study contohnya mata pelajaran kesenian, IPA dan Bahasa Indonesia dapat dipadukan, seperti misalnya dalam memberikan materi tentang teknik pembuatan batik sederhana.
          Teknik dan proses pembuatan batik sederhana dapat digolongkan ke dalam pembelajaran tematik yang termasuk ke dalam model pembelajaran antar bidang study. Karena dalam proses pembuatan batik sederhana ini dapat dikaitkan dengan mata pelajaran kesenian, IPA dan Bahasa Indonesia. Untuk mata pelajaran Kesenian, siswa dapat menggambar dan membuat batik yang sederhana dengan menggunakan alat-alat kesenian yang sederhana pula, seperti misalnya buku gambar, lilin, crayon, cat air dan kuas. Untuk mata pelajaran IPA, dari siswa memahami tentang proses pembuatan batik sederhana, siswa dapat mengetahui tentang salah satu sifat air, yaitu air yang tidak akan bisa menyatu dengan lilin. Kemudian yang terakhir untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu, jika siswa telah selesai membuat batik sederhana, maka hasil yang telah selesai mereka buat tersebut, dapat mereka ceritakan isi yang tertuang dalam karya yang mereka kerjakan.
Hasil karya dari masing-masing siswa tentu saja akan berbeda-beda dan cara penyampaikan tentang karya yang mereka buat juga akan berbeda-beda. Jadi Guru dalam hal ini sebagai fasilitator untuk memberikan masukan-masukan terhadap karya yang siswa kerjakan. Untuk mata pelajaran Kesenian, Guru dapat memberikan masukan seperti pada saat teknik pembuatan batik sederhana, guru dapat meluruskan cara pembuatan batik sederhana yang kurang tepat kepada siswa. Cara pemilihan warna juga dapat diberikan sebagai masukan kepada siswa, tentang bagaimana memilih warna crayon yang tepat digunakan pada gambar, tentang memililih warna cat air dan teknik pencampuran cat air agar tidak terlalu encer ataupun kental. Kemudian untuk mata pelajaran IPA, guru menjelaskan atau meluruskan konsep siswa tentang hal-hal yang menyebabkan air dan lilin itu tidak bisa menyatu. Kemudian untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Guru dapat memberikan masukan kepada siswa baik itu tentang tata cara berbicara di depan kelas, seperti penekanan dan intonasi. Baik itu tentang tulisan-tulisan yang siswa buat, seperti penempatan tanda titik, koma, penulisan huruf capital dan lain sebagainya, serta guru juga dapat memberikan masukan tentang pembuatan judul dari hasil karya yang siswa buat.
          Pembuatan teknik batik sederhana ini memang sangat cocok digunakan sebagai salah satu kegiatan untuk memberikan pembelajaran tematik di Sekolah Dasar, selain cara pembuatannya yang tidak terlalu sulit, alat-alat yang digunakan juga sederhana tidak perlu menggunakan canting, kemedian pada tingkat anak Sekolah Sekolah Dasar memang memiliki kegemaran atau kesenangan untuk menggambar hal-hal yang ada dalam khayalan mereka, sehingga pembuatan teknik batik sederhana ini memang cocok diterapkan di Dekolah Dasar.
          Terdapat tiga prinsip yang digunakan dalam proses pembuatan batik sederhana, diantaranya (1) pewarna, (2) pelintang dan (3) media. Pewarna dalam pembuatan batik sederhana ini adalah menggunakan cat air. Yang perlu diperhatikan dalam memilih warna cat air adalah sebaiknya memilih warna yang kontras. Jika menggunakan lilin, pilihlah warna cat air yang dapat menghasilkan warna yang seimbang dengan lilin. Jika menggunakan crayon, pilihlah warna cat air yang agak tua, karena warna yang digunakan pada crayon adalah warna yang agak muda. Jika dalam pemilihan warna menggunakan warna yang saling melawan misalnya memakai warna yang sama-sama keras maka hasil dari batik sederhana tidak akan kelihatan perpaduannya antara cat air dengan crayon yang digunakan, sehingga pemilihan warna disini sangat mempengauhi hasil dari batik sederhana yang dibuat. Yang kedua yaitu pelintang, pelintang yang digunakan dalam pembuatan batik sederhana ini yaitu bisa menggunakan crayon dan bisa juga menggunakan lilin. Jika menggunakan crayon akan banyak terdapat variasi warna, namun jika menggunakan lilin hanya terdapat dua pilihan warna, yaitu putih dan merah. Yang terakhir yaitu media, biasanya dalam pembuatan batik pada umumnya menggunakan media kain untuk membatik, tetapi dalam pembuatan batik deserhana ini menggunakan media buku gambar dengan ukuran A4 agar tidak terlalu besar. 
          Sama seperti namanya, proses dari pembuatan batik sederhana ini sangat sederhana. Adapaun proses dari pembuatan batik sederhana ini yaitu
1.   Siapkan media yang digunakan, yaitu buku gambar
2.  Gambar pola batik dengan menggunakan pensil. (dalam pembuatan batik sederhana ini, kita bisa bebas dalam membuat pola. Pola yang dibuat tidak harus teratur dengan menggunakan garis-garis pinggir, kita juga bisa membuat pola yang tidak beraturan, sesuai dengan apa yang ada di pikiran kita).
3.  Menggambar pola juga tidak harus menggunakan pensil, jika ingin langsung menggambar pola dengan menggunakan crayon ataupun lilin itu juga lebih baik, karena waktu tidak akan menjadi terbuang banyak.
4.  Setelah pola batik selesai dibuat, warnai pola tersebut dengan krayon sesuai dengan warna-warna muda diinginkan.
5.  Sebaiknya dalam mewarnai pola batin jangan terlalu penuh agar terdapat celah untuk cat air dapat masuk dalam pola tersebut.
6.  Setelah selesai mewarnai pola batik, mulailah dengan menggoreskan kuas yang telah diisi dengan cat air
7.  Pemilihan warna yang digunakan untuk cat air adalah warna yang kontras atau tua, agar dapat menyeimbangkan warna dari crayon
8.  Untuk menghasilkan batik sederhana yang baik, sebaiknya menorehkan cat air dalam buku gambar sampai permukaan buku gambar tersebut tertutupi semua. 
9.  Setelah cat air menutupi seluruh permukaan buku gambar, maka  sebuah batik sederhana selesai dibuat.
Seperti pada gambar batik sederhana di bawah ini, dalam pembelajaran pembuatan batik sederhana ini, saya membuat dua gambar batik sederhana, yaitu pada gambar (a) merupakan batik sederhana yang dibuat dengan teratur, dengan pembuatan garis-garis pada awal pembuatannya dan gambar (b) merupakan batik sederhana yang dibuat dengan tidak beraturan dengan goresan-goresan bebas yang dihasilkan oleh crayon. Adapun gambar a dan b seperti terlihat pada gambar di bawah ini

Gambar a. batik sederhana yang dibuat secara teratur
 
Gambar b. batik sederhana yang dibuat secara tidak teratur

 


Batik sederhana di atas merupakan kali pertama saya menggambar batik, walaupun hasilnya tidak terlalu bagus namun tetap memperhatikan aturan dalam pembuatan batik sederhana. Kelak jika saya menjadi seorang guru di Sekolah Dasar, saya akan mengajarkan siswa cara-cara membuat batik sederhana sehingga kreativitas-kreativitas yang ada pada diri siswa akan dapat terus berkembang dan semakin berkembang sesuai dengan tingkat kognitif siswa.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates