Pendidikan Seni sebagai Alat bukan sebagai
Tujuan
Tuhan
menciptakan manusia sebagai mahkluk hidup di dunia ini sebagai mahkluk yang
paling sempurna dibandingkan dengan makhluk hidup yang lainnya. Manusia dapat
berkata apa yang ingin mereka katakan, dapat berfikir apa yang ingin mereka
fikirkan dan dapat melakukan apa saja sesuai dengan apa yang manusia ingin
lakukan. Manusia juga terlahir dengan berbekal kemampuan dan keterampilan yang
berbeda-beda. Kemampuan dan keterampilan tersebut dalam setiap individunya
saling berbeda untuk masing-masing bidangnya. Ada yang terlahir memiliki
kemampuan dalam bidang seni, sosial, perhitungan dan lain sebagainya. Seperti
misalnya untuk mereka yang terlahir memiliki kemampuan dalam bidang seni,
mereka akan selalu melakukan kegiatan-kegiatan seni yang menarik untuk
dilakukan. Bahkan untuk mereka yang memiliki keinginan untuk menjadi seniman,
saat menentukan akan masuk di Perguruan Tinggi mana, mereka akan memilih
Perguruan Tinggi yang ada jurusan dalam bidang seni, atau mereka juga mencari
Perguruan Tinggi yang khusus diperuntukkan dalam bidang seni sehingga mereka
bisa menerima pendidikan tentang seni untuk nantinya bisa menjadi seorang
seniman seperti apa yang mereka inginkan.
Sebelumnya
perlu ditekankan disini, belajar seni ataupun menerima pendidikan seni, bukanlah
hanya sekedar agar dapat menjadi seorang seniman yang hebat. Atau dapat
dikatakan pendidikan seni bukanlah hanya sebagai tujuan,, namun pendidikan seni
disini dimaksudkan sebagai alat. Melalui pendidikan seni, dalam diri dari
masing-masing individu yang menerima pendidikan tersebut akan semakin terlahir
dan terlatih kreativitasnya, sehingga dengan terus mendapat pendidikan tentang
seni tentu saja kreativitas dalam diri setiap individu akan terus meningkat dan
semakin baik serta tentunya akan tetap berbeda-beda anatara individu yang satu
dengan yang lainnya. Dengan memperoleh pendidikan seni, banyak proses yang
seseorang bisa dapatkan, diantaranya pendewasaan diri, pematangan kemampuan,
pematangan keterampilan dan pematangan kesiapan.
Sebagai
calon guru di sekolah dasar kita harus memahami segala kreativitas-kreativitas
seni yang dibuat oleh siswa. Seperti yang telah dijelaskan di atas, manusia
lahir dengan berbekal kemampuan yang berbeda-beda, jadi jika saat siswa sedang
berekpresi mengungkapkan kreativitasnya, namun hasil karya siswa tersebut
sangat berbeda dengan hasil karya teman-teman yang lainnya bahkan jauh lebih
bagus, tentu saja kita harus menilai hal tersebut dan memberikan apresiasi.
Tidak semua siswa di sekolah dasar dapat berekspresi membuat suatu kreativitas
sesuai dengan umur mereka, tapi disini pasti ada saja siswa yang memiliki
kelebihan ataupun kekurangan dan hal inilah yang patut kita hargai. Namun
apapun itu baik siswa yang memiliki kelebihan ataupun tidak, kreativitas
tersebut tentunyan dari hari ke hari akan terus tumbuh dan berkembang menjadi
semakin baik dan akan terus seperti itu.





0 komentar:
Posting Komentar