Jumat, 18 April 2014

Pertemuan Ketujuh mata kuliah Kerajinan Tangan dan Seni Rupa




Pendidikan Seni sebagai Alat bukan sebagai Tujuan

Tuhan menciptakan manusia sebagai mahkluk hidup di dunia ini sebagai mahkluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk hidup yang lainnya. Manusia dapat berkata apa yang ingin mereka katakan, dapat berfikir apa yang ingin mereka fikirkan dan dapat melakukan apa saja sesuai dengan apa yang manusia ingin lakukan. Manusia juga terlahir dengan berbekal kemampuan dan keterampilan yang berbeda-beda. Kemampuan dan keterampilan tersebut dalam setiap individunya saling berbeda untuk masing-masing bidangnya. Ada yang terlahir memiliki kemampuan dalam bidang seni, sosial, perhitungan dan lain sebagainya. Seperti misalnya untuk mereka yang terlahir memiliki kemampuan dalam bidang seni, mereka akan selalu melakukan kegiatan-kegiatan seni yang menarik untuk dilakukan. Bahkan untuk mereka yang memiliki keinginan untuk menjadi seniman, saat menentukan akan masuk di Perguruan Tinggi mana, mereka akan memilih Perguruan Tinggi yang ada jurusan dalam bidang seni, atau mereka juga mencari Perguruan Tinggi yang khusus diperuntukkan dalam bidang seni sehingga mereka bisa menerima pendidikan tentang seni untuk nantinya bisa menjadi seorang seniman seperti apa yang mereka inginkan.
Sebelumnya perlu ditekankan disini, belajar seni ataupun menerima pendidikan seni, bukanlah hanya sekedar agar dapat menjadi seorang seniman yang hebat. Atau dapat dikatakan pendidikan seni bukanlah hanya sebagai tujuan,, namun pendidikan seni disini dimaksudkan sebagai alat. Melalui pendidikan seni, dalam diri dari masing-masing individu yang menerima pendidikan tersebut akan semakin terlahir dan terlatih kreativitasnya, sehingga dengan terus mendapat pendidikan tentang seni tentu saja kreativitas dalam diri setiap individu akan terus meningkat dan semakin baik serta tentunya akan tetap berbeda-beda anatara individu yang satu dengan yang lainnya. Dengan memperoleh pendidikan seni, banyak proses yang seseorang bisa dapatkan, diantaranya pendewasaan diri, pematangan kemampuan, pematangan keterampilan dan pematangan kesiapan.
Sebagai calon guru di sekolah dasar kita harus memahami segala kreativitas-kreativitas seni yang dibuat oleh siswa. Seperti yang telah dijelaskan di atas, manusia lahir dengan berbekal kemampuan yang berbeda-beda, jadi jika saat siswa sedang berekpresi mengungkapkan kreativitasnya, namun hasil karya siswa tersebut sangat berbeda dengan hasil karya teman-teman yang lainnya bahkan jauh lebih bagus, tentu saja kita harus menilai hal tersebut dan memberikan apresiasi. Tidak semua siswa di sekolah dasar dapat berekspresi membuat suatu kreativitas sesuai dengan umur mereka, tapi disini pasti ada saja siswa yang memiliki kelebihan ataupun kekurangan dan hal inilah yang patut kita hargai. Namun apapun itu baik siswa yang memiliki kelebihan ataupun tidak, kreativitas tersebut tentunyan dari hari ke hari akan terus tumbuh dan berkembang menjadi semakin baik dan akan terus seperti itu.


















0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates