Sabtu, 25 November 2017

Materi Tematik Kelas IV (Tema 1 Subtema 1) ~ oleh KKG Gugus IV Rama Kec. Jembrana ~ Kelas Tinggi

A.      JUDUL TULISAN
Materi Tematik Kelas IV Tema 1 Indahnya Kebersamaan Subtema 1 Keberagaman Budaya Bangsaku

B.       TUJUAN PEMBELAJARAN
1.    Setelah membaca teks tentang keragaman budaya, siswa mampumengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung di setiap paragraf dari teks tersebut dengan mandiri.
2. Setelah membaca teks tentang keragaman budaya, siswa mampu menyajikan gagasan pokok dan gagasan pendukung di setiap paragraph dari teks tersebut dalam bentuk peta pikiran dengan tepat.
3. Setelah wawancara sederhana, siswa mampu menyebutkan keragaman budaya, etnis, dan agama dari teman-teman di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia dengan lengkap.
4. Setelah diskusi, siswa mampu mengomunikasikan keragaman budaya, etnis, dan agama teman di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan dengan sistematis.
5. Setelah eksplorasi, siswa mampu menjelaskan cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar dengan lengkap.
6. Setelah eksplorasi dan diskusi, siswa mampu menyajikan laporan hasil pengamatan tentang cara menghasilkan bunyi dari beragam benda di sekitar dengan sistematis.


C.      GAMBAR DALAM POSTINGAN

                            
GAMBAR 1 
                
    

  GAMBAR 2

    
                        
 GAMBAR 3
   
                         
 GAMBAR 4

D.      BAHAN BACAAN ATAU BAHAN PRESENTASI BAGI SISWA

1.    MATERI PKN
Lambang Negara Indonesia

a.         Pengertian Bhineka Tunggal Ika
Kata Bhinneka Tunggal Ika sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit. Kata tersebut berasal dari kitab Sutasoma karya Empu Tantular. Dalam kitab itu tertulis Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Artinya berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Selanjutnya kata Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan bangsa Indonesia, yang tertulis pada lambang negara Burung Garuda Pancasila. Pada perisai dada Burung Garuda Pancasila terdapat gambar-gambar yang melambangkan sila-sila Pancasila. Burung Garuda Pancasila berwarna kuning emas menghadap ke samping kanan, mencengkeram pita yang bertuliskan semboyan negara.

b.        Pentingnya Persatuan dalam Keanekaragaman
Ambillah sapu lidi dan coba patahkan! Sulit bukan?
Apabila kita mematahkan sebatang lidi sangat mudah. Lidi yang banyak dan disatukan sulit dipatahkan. Ini berarti bahwa persatuan dapat menambah atau meningkatkan kekuatan. Warga masyarakat di lingkungan kita banyak dan beranekaragam. Agama, budaya maupun status sosial ekonominya bermacam-macam.
Keanekaragaman ini tidak menghambat pergaulan. Mereka hidup berdampingan saling pengertian, saling membantu, saling menghormati dan selalu bekerja sama. Suasana seperti itu menciptakan kerukunan dan persatuan. Hal ini nampak pada kebiasaan warga masyarakat seperti iuran membangun jalan kampung, menjenguk tetangga sakit, mengadakan peringatan hari besar nasional dan sebagainya. Persatuan sangat penting dalam hidup bermasyarakat yang beranekaragam.
Arti pentingnya persatuan dalam keanekaragaman, di antaranya adalah:
1)        pergaulan antarwarga masyarakat terjalin akrab,
2)        setiap ada perselisihan segera dapat diatasi,
3)        pekerjaan berat dapat diselesaikan dengan cepat,
4)        kehidupan di masyarakat serasi, tenteram dan damai, serta
5)        meningkatkan kekuatan dan ketahanan masyarakat.

2.    MATERI IPA
a.         Pengertian Bunyi
Bunyi adalah gelombang longitudinal hasil dari suatu getaran yang dapat merangsang indra pendengaran.

b.        Sifat-sifat Bunyi
1)        Merambat membutuhkan medium
2)        Merupakan gelombang longitudinal
3)        Dapat dipantulkan

c.         Alat Indera Pendengaran Manusia
1)        Indera pendengar adalah telinga yang terdiri dari
a)        Telinga bagian luar yaitu daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran
b)      Telinga bagian tengah terdiri dari gendang telinga, 3 tulang pendengar ( martil, landasan dan sanggurdi) dan saluran eustachius.
c)        Telinga bagian dalam terdiri dari alat keseimbangan tubuh, tiga saluran setengah lingkaran, tingkap jorong, tingkap bundar dan rumah siput (koklea)
2)        Fungsi bagian-bagian indera pendengar
a)     Daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran berfungsi menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi.
b)   Gendang telinga berfungsi menerima rangsang bunyi dan meneruskannya ke bagian yang lebih dalam.
c)   Tiga tulang pendengaran ( tulang martil, landasan dan sanggurdi) berfungsi memperkuat getaran dan meneruskannya ke koklea atau rumah siput.
d)   Tingkap jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran dan koklea (rumah siput) berfungsi mengubah impuls dan diteruskan ke otak. Tga saluran setengah lingkaran juga berfungsi menjaga keseimbangan tubuh.
e)        Saluran eustus menghubachiungkan rongga mulut dengan telinga bagian luar.

3.    MATERI IPS
a.         Keanekaragaman Suku Bangsa di Indonesia
Sejak zaman dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Hal ini tercermin dari semboyan “Bhinneka tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Kemajemukan yang ada terdiri atas keragaman suku bangsa, budaya, agama, ras, dan bahasa. Adat istiadat, kesenian, kekerabatan, bahasa, dan bentuk fisik yang dimiliki oleh suku-suku bangsa yang ada di Indonesia memang berbeda, namun selain perbedaan suku-suku itu juga memiliki persamaan antara lain hukum, hak milik tanah, persekutuan, dan kehidupan sosialnya yang berasaskan kekeluargaan.

b.        Perbedaan daerah asal suku bangsa di Indonesia
Suku bangsa addalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan. Orang-orang yang tergolong dalam satu suku bangsa tertentu, pastilah mempunyai kesadaran dan identitas diri terhadap kebudayaan suku bangsanya, misalnya dalam penggunaan bahasa daerah serta mencintai kesenian dan adat istiadat.
Suku-suku bangsa yang tersebar di Indonesia merupakan warisan sejarah bangsa, persebaran suku bangsa dipengaruhi oleh faktor geografis, perdagangan laut, dan kedatangan para penjajah di Indonesia.

c.     Perbedaan suku bangsa satu dengan suku bangsa yang lain di suatu daerah dapat terlihat dari ciri-ciri berikut ini.
1)        Tipe fisik, seperti warna kulit, rambut, dan lain-lain.
2)      Bahasa yang dipergunakan, misalnya Bahasa Batak, Bahasa Jawa, Bahasa Madura, dan lain-lain.
3)        Adat istiadat, misalnya pakaian adat, upacara perkawinan, dan upacara kematian.
4)        Kesenian daerah, misalnya Tari Janger, Tari Serimpi, Tari Cakalele, dan Tari Saudati.
5)  Kekerabatan, misalnya patrilineal(sistem keturunan menurut garis ayah) dan  matrilineal(sistem keturunan menurut garis ibu).
6)        Batasan fisik lingkungan, misalnya Badui dalam dan Badui luar.

d.    Jumlah suku bangsa di Indonesia ratusan jumlahnya. Berikut adalah persebaran suku bangsa di Indonesia.
1)        Nanggroe Aceh Darussalam : Aceh , Alas , Gayo , Kluet , Simelu , Singkil , Tamiang , Ulu .
2)        Sumatera Utara : Karo , Nias , Simalungun , Mandailing , Dairi , Toba , Melayu , PakPak , maya-maya
3)        Sumatera Barat : Minangkabau , Mentawai , Melayu , guci, jambak
4)        Riau : Melayu , Siak , Rokan , Kampar , Kuantum Akit , Talang Manuk , Bonai , SakaiAnak Dalam , Hutan , Laut .
5)        Kepulauan Riau : Melayu, laut
6)        Bangka Belitung : Melayu
7)        Jambi : Batin , Kerinci , Penghulu , Pewdah , Melayu , Kubu , Bajau .
8)        Sumatera Selatan : Palembang , Melayu , Ogan , Pasemah , Komering , Ranau Kisam ,Kubu , Rawas , Rejang , Lematang , Koto, Agam
9)        Bengkulu : Melayu , Rejang , Lebong , Enggano , Sekah , Serawai, Pekal, Kaur, Lembak
10)    Lampung : Lampung , Melayu , Semendo , Pasemah , Rawas , Pubian, Sungkai, Sepucih
11)    DKI Jakarta : Betawi
12)    Banten : Banten
13)    Jawa Barat : Sunda , Badui
14)    Jawa Tengah : Jawa , Karimun , Samin, Kangean
15)    D.I.Yogyakarta : Jawa
16)    Jawa Timur : Jawa , Madura , Tengger, Asing
17)    Bali : Bali , Jawa , Madura
18)    NTB : Bali , Sasak , Bima , Sumbawa, Mbojo, Dompu, Tarlawi, Lombok
19)    NTT : Alor , Solor , Rote , Sawu , Sumba , Flores , Belu, Bima
20)    Kalimantan Barat : Melayu , Dayak(Iban Embaluh , Punan , Kayan , Kantuk , Embaloh , Bugan ,Bukat), Manyuke
21)    Kalimantan Tengah : Melayu , Dayak(Medang , Basap , Tunjung , Bahau , Kenyah , Penihing , Benuaq) , Banjar , Kutai, Ngaju, Lawangan, Maayan, Murut, Kapuas
22)    Kalimantan Timur : Melayu , Dayak(Bukupai , Lawangan , Dusun, Ngaju , Maayan)
23)    Kalimantan Selatan : Melayu , Banjar , Dayak, Aba
24)    Sulawesi Selatan : Bugis , Makasar , Toraja , Mandar
25)    Sulawesi Tenggara : Muna , Buton ,Totaja , Tolaki , Kabaena , Moronehe , Kulisusu , Wolio
26)    SulawesiTengah : Kaili , Tomini , Toli-Toli ,Buol , Kulawi , Balantak , Banggai,Lore
27)    Sulawesi Utara : Bolaang-Mongondow ,Minahasa , Sangir , Talaud , Siau , Bantik
28)    Gorontalo : Gorontal
29)    Maluku : Ambon, Kei , Tanimbar , Seram , Saparua, Aru, Kisar
30)    Maluku Utara : Ternate, Morotai, Sula, taliabu, Bacan, Galela
31)    Papua Barat : Waigeo, Misool, Salawati, Bintuni, Bacanca
32)    Papua Tengah : Yapen, Biak, Mamika, Numfoor
33)    Papua Timur : Sentani, Asmat, Dani, Senggi

4.    MATERI SBDP
Bali juga dikenal dengan jenis tarian tradisional yang bernama tari Pendet. Jika tari kecak dipentaskan hanya oleh para penari pria, tari Pendet ini justru hanya lazim dipentaskan oleh wanita. Berdasarkan catatan sejarahnya, tari pendet sendiri berasal dari ritual pemujaan roh leluhur yang bernama ritual mamendet. Banyak keunikan yang terdapat pada tarian ini. Pada artikel berikut, kami akan mengulas keunikan-keunikan tersebut beserta bagaimana sejarah perkembangan tari pendet hingga bisa begitu terkenal hingga kancah mancanegara sebagai tambahan wawasan budaya bagi kita semua. Tari Pendet Tari Pendet merupakan salah satu tari yang tertua di antara tari Bali lainnya. Tarian ini di masa Bali lama menjadi salah satu tarian ritual dalam pemujaan para leluhur yang disebut ritual mamendet.
            Pada masa itu, tarian ini kerap digelar di halaman pura tepat menghadap pelinggihan tempat para Bathara dan Bathari bersemayam. Tari Pendet Asal Bali : Sejarah, Gerakan, Video, dan Penjelasannya
a.         Tema dan Makna Filosofi Sejak tahun 1950-an, tari Pendet mengalami modifikasi setelah tersentuh 2 seniman kawakan Bali asal Desa Sumertha, Denpasar, yakni I Wayan Eindi dan Ni Ketut Reneng. Kedua seniman yang kemudian dianggap sebagai pencipta tari Pendet modern ini bukan hanya mengubah beberapa gerakan dasar tarian, melainkan juga fungsi utama tarian ini. Sejak saat itu, tari yang awalnya berfungsi sebagai ritual pemujaan beralih menjadi berfungsi sebagai tarian penyambutan tamu.
b.         Gerakan Tari Pendet Berdasarkan bagian tubuhnya, gerakan-gerakan pada tari pendet terbagi menjadi 7 macam, yaitu gerakan kaki, tangan, jari, badan, mimik, leher, dan mata. Gerakan kaki atau disebut gegajalan terdiri atas gerak telapak kaki sama serong (tampak sirangpada), berjalan (ngembang), berjalan ke muka (ngandang arep), berjalan cepat (milpil), dan bergeser cepat (nyregseg). Gerakan tangan atau disebut pepiletan terdiri atas gerak haluan tangan berputar ke dalam (luk nagasatru) dan haluan tangan seiring (luk nerudut). Gerakan jari atau disebut tetangan terdiri atas gerak Jari dicakup (Nyakupbawa) dan Melambai-lambai (Ulap-ulap). Gerakan badan atau disebut leluwesan terdiri atas gerak pangkal lengan bergetar (Ngejatpala). Gerakan mimik atau disebut entiah-tjerengu terdiri atas gerak riang gembira (luru) dan tersenyum (kenjung manis). Gerakan leher atau disebut dedengkek terdiri atas leher bergeleng halus (uluwangsul) dan menggelengkan leher dengan keras (ngotag). Gerakan mata terdiri atas gerakan kiri dan kanan (nyeledet) dan gerak mata berputar (ngelier).
c.         Iringan Tari Sama seperti kebanyakan tari tradisional lainnya di Indonesia, dalam pertunjukannya, tari Pendet juga diiringi bunyi tetabuhan sebagai musik pengiring. Seperangkat gamelan Bali yang disebut Gong Kebyar dimainkan untuk memperindah nuansa seni dalam gerak tari yang dipertunjukan. Iringan musik Gong Kebyar pada tari pendet dimainkan sesuai dengan ritme tarian. Saat gamelan bali dimainkan cepat, maka penari Pendet juga bergerak dengan cepat. Begitu sebaliknya.
d.        Setting Panggung Tari pendet umumnya dipentaskan oleh 5 orang wanita dengan kostum dan properti yang seragam. Kendati begitu, setting panggung tarian ini dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Di tahun 1962, I Wayan Beratha beserta rekan-rekannya bahkan pernah mempelopori pertunjukan tari pendet masal yang dimainkan oleh lebih dari 800 orang penari. Pertunjukan tari pendet massal ini digelar dalam upacara pembukaan Asian Games di Jakarta. Gerakan Tari Saman Asal Aceh Gerakan Tari Piring Asal Sumatera Barat Gerakan Tari Jaipong Asal Sunda
e.         Tata Rias dan Tata Busana Hal utama yang menjadi ciri khas tari pendet terletak pada tata rias dan tata busana penarinya. Busana yang dikenakan para penari pendet adalah pakaian adat Bali untuk Wanita yang terdiri dari tapih hijau bermotif crapcap, kamen warna merah dengan motif emas, angkin prada kuning bermotif tumpeng, serta sebuah selendang merah polos yang dililit di pinggang. Sementara riasannya cukup banyak yaitu menggunakan subeng (anting), rambut disasak dengan hiasan pusung gonjer, dan hiasan bunga yang terdiri dari bunga kamboja di atas telinga kanan, bunga mawar di tengah kepala, bunga semanggi di telinga kiri, dan bunga sandat di belakang bunga mawar dan bunga kamboja.
f.          Properti Tari Properti tari pendet yang paling utama dan harus selalu ada dalam setiap pertunjukan adalah sebuah bokor atau wadah tempat sesaji yang dihias khusus menggunakan janur di bagian tepinya. Pada bokor terdapat beragam buah-buahan dan makanan sebagai simbol penghormatan bagi para tamu yang datang. Nah, demikian sekilas penjelasan yang dapat kami sampaikan tentang unsur unsur tari pendet dan penjelasannya. Semoga bermanfaat dan dapat membuat kita semua semakin mengenali peninggalan budaya nenek moyang sehingga jangan sampai peninggalan-peninggalan yang telah diwariskan kepada kita kemudian diakui oleh bangsa lain.

5.    MATERI BAHASA INDONESIA
Gagasan Utama dan Gagasan Pendukung
Setiap bacaan biasanya terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memiliki gagasan pokok yang didukung oleh gagasan pendukung.
a.         Gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Keberadaan gagasan utama tersebut dapat dinyatakan secara eksplisit atau implisit. Gagasan utama yang eksplisit dijumpai dalam jenis paragraf deduktif, induktif, atau paragraf campuran. Dalam jenis paragraf ini, gagasan utama diwakilkan pada sebuah kalimat utama yang letaknya bisa di awal, di akhir, atau di awal dan di akhir paragraf. Sementara itu gagasan utama yang implisit umumnya dijumpai dalam paragraf deskriptif dan naratif. Dalam jenis paragraf ini, gagasan utama tersebut pada seluruh kalimat dalam paragraf itu. Ciri gagasan utama yaitu kalimat-kalimat yang terdapat dalam suatu paragraf hanya terfokus pada isi dari topik paragraf. Kalimat utamanya pun tersebar pun mendominasi paragraf.

b.         Gagasan penjelas adalah gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utama. Gagasan penjelas umumnya dinyatakan oleh lebih dari satu kalimat. Kalimat yang mengandung gagasan penjelas disebut kalimat penjelas. Ciri gagasan penjelas yaitu kalimat-kalimat yang terdapat dalam suatu paragraf berisi penjelasan dari topik utama yang dibahas di paragraf gagasan utama.




KKG GUGUS IV RAMA KECAMATAN JEMBRANA
KABUPATEN JEMBRANA
PROVINSI BALI
2017 

PPT Sifat-sifat Bangun Datar ~ oleh KKG Gugus IV Rama Kec. Jembrana ~ Kelas Tinggi
















Rabu, 11 Juni 2014

RPP berdasarkan Permendiknas No 41 Tahun 2007



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


 
A.    Identitas
           1.      Sekolah                              :    SD No……………
           2.      Mata Pelajaran                   :    Seni Budaya dan Keterampilan
          3.      Kelas/semester                    :    V (lima)/I (satu)
          4.      Alokasi Waktu                    :    2 x 35 menit

B.     Standar Kompetensi       :  Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa

C.    Kompetensi Dasar           :  Menggambar dengan teknik batik sederhana

D.    Indikator                          :
1.         Menggambar dengan mengikuti teknik batik sederhana
2.         Menceritakan berbagai motif batik sederhana

E.     Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1.      Setelah siswa memahami materi tentang tektik batik sederhana, siswa dapat menggambar batik sederhana
2.      Melalui kegiatan individu siswa dapat menjelaskan teknik membatik sederhana

F.     Karakter Siswa yang diharapkan berkembang:
            a.       Berani
            b.      Tanggung jawab
            c.       Disiplin
            d.      Mengembangkan rasa ingin tahu
            e.       Ketelitian
            f.       Kreatif dan menghargai prestasi orang lain
           g.      Rasa hormat dan menghargai
G.    Materi
1.      Teknik Batik Sederhana
       Membatik merupakan kegiatan berkarya seni menggunakan bahan lilin yang dipanaskan dan menggunakan alat canting atau kuas untuk membuat pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain. Teknik pewarnaannya menggunakan teknik tutup celup.  Karya seni batik ini merupakan salah satu seni terapan Nusantara yang menjadi ciri khas kebanggaan bangsa Indonesia. Sekarang ini teknik membatik sudah semakin berkembang, membatik tidak saja menggunakan alat canting tetapi sudah menggunakan jenis peralatan lain seperti kuas dan cap (printing).  Oleh kareta itu karya seni batik dibedakan menjadi dua yaitu karya seni batik tulis dan batik cap (printing). Jika teknik membatik ini diberikan kepada anak sekolah dasar tentunya sedikit sulit, oleh karena itu teknik membatik sederhana perlu diterapkan pada siswa di jenjang sekolah dasar.
    Pembuatan teknik batik sederhana ini memang sangat cocok digunakan sebagai salah satu kegiatan untuk memberikan pembelajaran tematik di Sekolah Dasar, selain cara pembuatannya yang tidak terlalu sulit, alat-alat yang digunakan juga sederhana tidak perlu menggunakan canting, kemudian pada tingkat anak Sekolah Dasar memang memiliki kegemaran atau kesenangan untuk menggambar hal-hal yang ada dalam khayalan mereka, sehingga pembuatan teknik batik sederhana ini memang cocok diterapkan di Dekolah Dasar. 
    Sama seperti namanya, proses dari pembuatan batik sederhana ini sangat sederhana. Adapaun proses dari pembuatan batik sederhana ini yaitu
a.         Siapkan media yang digunakan, yaitu buku gambar
b.       Gambar pola batik dengan menggunakan pensil. (dalam pembuatan batik sederhana ini, kita bisa bebas dalam membuat pola. Pola yang dibuat tidak harus teratur dengan menggunakan garis-garis pinggir, kita juga bisa membuat pola yang tidak beraturan, sesuai dengan apa yang ada di pikiran kita).
c.      Menggambar pola juga tidak harus menggunakan pensil, jika ingin langsung menggambar pola dengan menggunakan crayon ataupun lilin itu juga lebih baik, karena waktu tidak akan menjadi terbuang banyak.
d.   Setelah pola batik selesai dibuat, warnai pola tersebut dengan krayon sesuai dengan warna-warna muda diinginkan.
e.         Sebaiknya dalam mewarnai pola batin jangan terlalu penuh agar terdapat celah untuk cat air dapat masuk dalam pola tersebut.
f.        Setelah selesai mewarnai pola batik, mulailah dengan menggoreskan kuas yang telah diisi dengan cat air
g.      Pemilihan warna yang digunakan untuk cat air adalah warna yang kontras atau tua, agar dapat menyeimbangkan warna dari crayon
h.     Untuk menghasilkan batik sederhana yang baik, sebaiknya menorehkan cat air dalam buku gambar sampai permukaan buku gambar tersebut tertutupi semua. 
i.        Setelah cat air menutupi seluruh permukaan buku gambar, maka  sebuah batik sederhana selesai dibuat.

2.      Motif Batik Sederhana
Berikut adalah berbagai motif batik yang dapat dibuat dengan cara teknik batik sederhana


           
H.    Metode Pembelajaran
           a.       Ceramah   
           b.      Penugasan
           c.       Tanggung jawab

I.       Kegiatan Belajar  
            1.      Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
a.       Mengucapkan salam.
b.      Sembahyang bersama.
c.       Absensi kelas.
d.      Menyiapkan berbagai media seperti, alat tulis.
e.       Apersepsi
f.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa.

           2.      Kegiatan Inti (50 menit)
1)      Eksplorasi
a.       Guru menugaskan siswa mengamati gambar-gambar yang ada di dalam kelas
b.      Guru menjelaskan cara dan langkah-langkah dalam membuat batik sederhana
2)      Elaborasi
a.     Guru menugaskan siswa untuk menggambar sesuatu sesuai dengan apa yang ada dalam imajinasinya menggunakan crayon
b.      Guru menugaskan siswa untuk menumpuk gambar yang dibuat dengan crayon dengan cara dilukis
c.  Siswa ditugaskan untuk mempresentasikan gambar yang dibuat secara individu di depan kelas
3)      Konfirmasi
a.      Guru memberikan penguatan positif  berupa motivasi sesuai dengan hasil penyajian siswa di depan kelas.
b.  Guru memberikan kesempatan kepada siswa yang lain untuk bertanya ataupun menanggapi hasil penyajian siswa di depan.
c.      Guru meluruskan dan memberi komentar berupa perbaikan dan penyamaan persepsi sesuai dengan diskusi yang terjadi di kelas
d.    Guru memfasilitasi siswa dalam revisi hasil eksplorasinya yang masih salah untuk mendapat suatu konsep atau keterampilan yang benar
e.       Jika masih diperlukan, guru memandu, memotivasi siswa untuk melakukan eksplorasi lanjutan.

                3.      Kegiatan Penutup (10 menit)
a.   Guru bersama siswa meresume dan menyamakan persepsi tentang hasil kegiatan belajar yang telah dilakukan.
b.  Guru memberikan evaluasi atau melakukan refleksi tentang hasil dan proses pembelajaran yang telah terjadi.
c.     Guru memberikan tidak lanjut (berupa pengayaan untuk siswa yang telah mencapai KKM dan remidi untuk siswa yang belum mencapai KKM)
d.  Guru mengakhiri kegiatan, dengan menyampaikan bahan belajar untuk pertemuan berikutnya.

J.      Sumber Belajar dan Media/alat peraga
            1.      Sumber belajar: Buku Paket Seni Budaya dan Keterampilan Kelas VI

K.    Penilaian
Penilaian meliputi proses dan hasil (instrumen terlampir).

Template by:

Free Blog Templates